21 December 2009

Berkunjung ke Kampung Arab

One of Arab descent in Singapore said there were currently no more than 10 thousand people. In Indonesia, according Edrus Almashur, a lot of following and writing development of Arab societies Indonesia, there were about five million people. In Singapore Arab descent of about two percent of the number of Muslims who numbered about 500 thousand inhabitants. Or 14 percent of Singapore's four million inhabitants.

Even very small amounts, but their influence among Muslims in Singapore is big enough. At least there are a number of mosques built their predecessors, such as the Mosque Alkaff, Baalawi Mosque, Mosque Alsagoff and Aljunaid School. The latter is a modern madrasa. The students, in addition to master the Arabic language, also English. English is now the primary language in lion country, including in the Arab interethnic interactions. If the generation above them are merchants, the young generation of ethnic Arabs in Singapore today are the workers, with salaries much more lucrative than in Indonesia.


Inilah Kampung Arab di Surabaya, Jawa Timur. Kampung ini terletak di dua kecamatan. Yakni Kecamatan Semampir dan Tandes. Letaknya sekitar sepuluh kilometer dari pusat kota Surabaya.

Jika menggunakan kendaraan bermotor, kampung ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam dari Surabaya. Sesuai namanya, di kampung ini tinggal komunitas keturunan Arab atau Timur Tengah, berbaur dengan penduduk asli dan warga pendatang lainnya.

Sekitar 40 persen warga kampung ini merupakan keturunan Arab. Karena itu, orang dengan perawakan khas Timur Tengah, banyak terdapat disini.

Tempat tinggal warga keturunan Arab dapat dengan mudah dikenali. Rumah mereka memiliki ciri khas, dengan dua pintu dan dua pilar penyangga, serta teras di depan rumah.

Satu pintu kecil diperuntukkan bagi pemilik rumah dan anggota keluarganya. Sedangkan pintu besar berupa gerbang merupakan pintu untuk tamu.

Di bagian depan rumah terdapat kamar mandi yang khusus diperuntukan bagi tamu. Tuan rumah tidak boleh memakai kamar mandi ini. Mata pencarian mereka umumnya sebagai pedagang.

Mereka berjualan aneka macam barang, mulai dari pakaian, minyak wangi, peralatan ibadah, hingga buah kurma.Keberadaan warga keturunan Arab di tempat ini tidak terlepas dari sejarah Sunan Ampel, yang merupakan keturunan Arab.

Sunan Ampel datang ke daerah ini dari Campa pada masa awal keruntuhan Kerajaan Majapahit, sekitar tahun 1400 masehi, bersama saudagar Arab.

Keluarga Hasyim ini masih memiliki keterkaitan dengan Sunan Ampel. Hingga kini dia masih tetap teguh mempertahankan budaya leluhurnya.

Anggota keluarga wanita tidak diperbolehkan memperlihatkan diri di muka umum. Termasuk disorot kamera. Kawasan Ampel ini dapat dikatakan sebagai cikal bakal keberadaan keturunan Arab di Indonesia.

Karena orang Arab pertama kali datang ke Indonesia ke wilayah ini, bersama Sunan Ampel. Keluarga keturunan Arab lainnya yang tinggal di kampung ini adalah keluarga Habib Muhammad. Keluarga ini lebih terbuka.

Habib mewarisi rumah ini secara turun temurun. Di tempat ini dia tinggal bersama istri beserta anak dan cucunya. Sehari-hari dia bekerja sebagai guru serta menjual madu dan kopi arab.

Keluarga Habib Muhammad merupakan pemeluk Islam yang taat. Hampir setiap hari, kegiatan keluarga ini selalu diisi dengan membaca Al Quran, dan sholat berjamaah.

Dalam hal selera makan, keluarga Habib ini juga tidak meninggalkan tradisi leluhurnya, yakni nasi kebuli.

Nasi yang terbuat dari beras yang dicampur rempah-rempah dan daging kambing ini menjadi makanan spesial keluarga ini. Nasi kebuli biasanya dihidangkan pada acara makan bersama yang dilakukan di tempat khusus semacam balai.

Dalam hal mencari jodoh, seperti halnya warga keturunan Arab lainnya, Habib masih memegang teguh tradisi keluarganya secara turun temurun.

Hanya anak laki-laki yang boleh menikah dengan bangsa lain, sedangkan anak perempuan hanya boleh menikah dengan lelaki sesama keturunan Arab.

Zaman boleh berganti, namun tradisi warisan leluhur harus tetap ditegakkan. Itulah prinsip yang dipegang warga Kampung Arab ini. Mereka akan tetap menjaga tradisi tersebut hingga akhir zaman. (Suprie)

Exploring the Arab Villages in the City 'Lion'

One of Arab descent in Singapore said there were currently no more than 10 thousand people. In Indonesia, according Edrus Almashur, a lot of following and writing development of Arab societies Indonesia, there were about five million people. In Singapore Arab descent of about two percent of the number of Muslims who numbered about 500 thousand inhabitants. Or 14 percent of Singapore's four million inhabitants.

Even very small amounts, but their influence among Muslims in Singapore is big enough. At least there are a number of mosques built their predecessors, such as the Mosque Alkaff, Baalawi Mosque, Mosque Alsagoff and Aljunaid School. The latter is a modern madrasa. The students, in addition to master the Arabic language, also English. English is now the primary language in lion country, including in the Arab interethnic interactions. If the generation above them are merchants, the young generation of ethnic Arabs in Singapore today are the workers, with salaries much more lucrative than in Indonesia.

Salah seorang keturunan Arab di Singapura mengatakan jumlah mereka saat ini tidak lebih dari 10 ribu orang. Di Indonesia, menurut Edrus Almashur, yang banyak mengikuti dan menulis perkembangan masyarakat Arab Indonesia, jumlah mereka kurang lebih lima juta orang. Di Singapura keturunan Arab jumlahnya sekitar dua persen dari jumlah umat Islam yang berjumlah sekitar 500 ribu jiwa. Atau 14 persen dari empat juta penduduk Singapura.

Sekalipun jumlahnya kecil sekali, tapi pengaruh mereka di kalangan umat Islam Singapura cukup besar. Setidak-tidaknya ada sejumlah masjid yang dibangun pendahulu-pendahulu mereka, seperti Masjid Alkaff, Masjid Baalawi, Masjid Alsagoff dan Aljunaid School. Yang terakhir ini adalah madrasah modern. Para siswa, selain harus menguasai bahasa Arab, juga Inggris. Bahasa Inggris kini merupakan bahasa utama di Negeri Singa itu, termasuk dalam pergaulan antaretnis Arab. Kalau generasi di atas mereka umumnya pedagang, generasi muda etnis Arab di Singapura kini adalah para pekerja, dengan gaji yang jauh lebih menggiurkan dari pada di Indonesia.


Konon, pada masa kejayaannya, sekitar 2/3 tanah di Singapura milik tuan tanah Aljunaid, Alsagoff, Alkaff, dan Bin Thalib bin Yamani. Sekarang yang tinggal hanya tanah milik bin Yamani. Tentu jauh berkurang dibanding masa lalu. Di Kwitang, Jakarta Pusat, sampai pertengahan 1950-an, Alkaff memiliki banyak rumah yang disewakan. Keluarga besar Alkaff yang juga memiliki tanah di Hadramaut, selain di Singapura, mereka juga tinggal di Kwitang. Di kampung ini mereka memiliki banyak rumah sewa. Ketika pada 31 Agustus 1957, Negara Melayu memperoleh kemerdekaan dari Inggris, di Jakarta perayaan diadakan di kediaman Alkaff di Kwitang. Karena, ia warganegara Singapura yang kala itu merupakan bagian dari Kerajaan Melayu.


Karena hampir tidak terdapat lagi di Arab Street, sementara mereka sibuk mencari uang, umumnya masyarakat keturunan Arab di Singapura bisa ditemui saat ada kematian, pernikahan, dan di masjid saat shalat Jumat. Di antara 69 masjid di negeri singa itu, paling banyak jamaah keturunan Arab di Masjid Baalawi dan Masjid Sultan. Di Masjid Baalawi tiap Kamis malam diadakan pembacaan Ratib Al-Atas, diikuti sekitar seribu jamaah.

Masjid yang dipimpin Habib Hasan Alatas itu terletak di Bukit Timah, dibangun oleh ayahnya, Habib Muhammad Alatas. Masjid itu diresmikan oleh Habib Ali Alhabsji dari Kwitang, Jakarta Pusat, pada 9 September 1952. Habib Hasan (52 tahun) memimpin masjid tersebut sejak ayahnya meninggal pada 26 April 1976 dalam usia 74 tahun.


Masjid Baalawi merupakan salah satu pusat kegiatan dakwah di Singapura. Habib Muhammad telah mengajar ratib dengan hanya 15 murid, dan kemudian berkembang pesat menjadi lebih 10 ribu pelajar saat ini. Ratib yang dikarang oleh Habib Abdurahman Alatas dari Singapura itu kini telah diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Prof Syed Mohammad Naquib Alatas, seorang ilmuwan dari Malaysia kelahiran Sukabumi.

Naquib Alatas, bersama kakaknya, Prof Dr Husain Alatas, yang buku karangannya tentang korupsi menjadi rujukan di banyak negara, adalah cucu almarhum Habib Abdullah Alatas, Bogor. Masjid Baalawi sering didatangi tokoh dari Malaysia seperti Mahathir Mohammad dan Abdullah Badawi.


Kembali ke Arab Street di Kampung Glam, para wisatawan manca negara seolah-olah diingatkan kembali kekhasan Islam di Singapura. Seperti Masjid Sultan yang dibangun tidak lama setelah Raffles mendirikan Singapura, yang sebelumnya hanya kampung Nelayan bernama Temasek. Di sekitar masjid dan istana Sultan, terdapat sejumlah kafe, rumah makan, dan tempat hiburan. Antaranya tempat para muda-mudi untuk ber-zafin -- tarian diiringi gambus yang berasal dari Hadramaut.


Para jamaah (warga Arab) Singapura, seperti juga di Indonesia, masih memelihra kesenian dan budaya asal leluhur mereka dari Hadramaut. Untuk mengiringi zafin di tikar permadani, kafe ini memutar kaset-kaset gambus dari Indonesia.

Ketika saya menghadiri pesta perkawinan putri Habib Hasan Alatas di gedung megah, pihak tuan rumah mendatangkan rombongan gambus dari Jakarta pimpinan Husein Alatas. Sementara, para jamaah Singapura meliuk-liukkan badan dan berlompat-lompat mengikuti irama padang pasir. Menlu Malaysia, Syed Hamid Albar, pun turut menikmatinya.
(Alwi Shahab )

KEUTAMAAN DI BULAN MUHARRAM

Muharram is the month where Muslims Islamic calendar started the year by the circulation of the month. Muharram became one of the four sacred months mentioned in the Qur'an. "The number of months according to Allah is twelve months, is in the Book of Allah
on the day He created the heavens and the earth. Among the twelve months was purified four months. "

It was the fourth month, Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram and Rajab. All the commentators agree the Qur'an with this because Rasululullah Saw the hajj pilgrimage last chance
declared, "One year consists of twelve months, four of them are holy month. Three of them namely sequential Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram and the fourth is the month of Rajab."

In addition to the four months that special, does not mean that other months have no virtue, because there is still Ramadan, which is recognized as the most sacred month in a single year. The fourth month is specifically referred to the months of purified because there
special reasons too, even the pagans in Mecca admitted purified four months.

Basically, every month is equal to each other and there was no difference in purity compared with other months. When Allah Ta'ala chose a special month to reduce its blessings, it is Allah who has greatness was over
will.


Muharram adalah bulan di mana umat Islam mengawali tahun kalender Hijriah berdasarkan peredaran bulan. Muharram menjadi salah satu dari empat bulan suci yang tersebut dalam Al-Quran. "Jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, tersebut dalam Kitab Allah
pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara kedua belas bulan itu ada empat bulan yang disucikan."

Keempat bulan itu adalah, Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Semua ahli tafsir Al-Quran sepakat dengan hal ini karena Rasululullah Saw dalam haji kesempatan haji terakhirnya
mendeklarasikan, "Satu tahun terdiri dari dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan suci. Tiga di antaranya berurutan yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan ke empat adalah bulan Rajab."

Selain keempat bulan khusus itu, bukan berarti bulan-bulan lainnya tidak memiliki keutamaan, karena masih ada bulan Ramadhan yang diakui sebagai bulan paling suci dalam satu satu tahun. Keempat bulan tersebut secara khusus disebut bulan-bulan yang disucikan karena ada
alasan-alasan khusus pula, bahkan para penganut paganisme di Makkah mengakui keempat bulan tersebut disucikan.

Pada dasarnya setiap bulan adalah sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada perbedaan dalam kesuciannya dibandingkan dengan bulan- bulan lain. Ketika Allah Swt memilih bulan khusus untuk menurunkan rahmatnya, maka Allah Swt lah yang memiliki kebesaran itu atas
kehendakNya.



Keutamaan Bulan Muharram

Nabi Muhammad Saw bersabda, "Ibadah puasa yang paling baik setelah puasa Ramadan adalah berpuasa di bulan Muharram."

Meski puasa di bulan Muharram bukan puasa wajib, tapi mereka yang berpuasa pada bulan Muharram akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah Swt. Khususnya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal dengan hari 'Asyura.

Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Muhammad Saw hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di Madinah biasa berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Menurut orang-orang Yahudi itu, tanggal 10 Muharram bertepatan dengan hari ketika Nabi Musa dan
pengikutnya diselamatkan dari kejaran bala tentara Firaun dengan melewati Laut Merah, sementara Firaun dan tentaranya tewas tenggelam.

Mendengar hal ini, Nabi Muhammad Saw mengatakan, "Kami lebih dekat hubungannya dengan Musa daripada kalian" dan langsung menyarankan agar umat Islam berpuasa pada hari 'Asyura. Bahkan dalam sejumlah tradisi umat Islam, pada awalnya berpuasa pada hari 'Asyura
diwajibkan. Kemudian, puasa bulan Ramadhan-lah yang diwajibkan sementara puasa pada hari 'Asyura disunahkan.

Dikisahkan bahwa Aisyah mengatakan, "Ketika Rasullullah tiba di Madinah, ia berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. Tapi ketika puasa bulan Ramadhan menjadi puasa wajib, kewajiban berpuasa itu dibatasi pada bulan Ramadhan saja dan
kewajiban puasa pada hari 'Asyura dihilangkan. Umat Islam boleh berpuasa pada hari itu jika dia mau atau boleh juga tidak berpuasa, jika ia mau." Namun, Rasulullah Saw biasa berpuasa pada hari 'Asyura bahkan setelah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan.

Abdullah Ibn Mas'ud mengatakan, "Nabi Muhammad lebih memilih berpuasa pada hari 'Asyura dibandingkan hari lainnya dan lebih memilih berpuasa Ramadhan dibandingkan puasa 'Asyura." (HR Bukhari dan Muslim). Pendek kata, disebutkan dalam sejumlah hadist bahwa puasa di hari 'Asyura hukumnya sunnah.

Beberapa hadits menyarankan agar puasa hari 'Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari 'Asyura. Alasannya, seperti diungkapkan oleh Nabi Muhammad Saw, orang Yahudi hanya berpuasa pada hari 'Asyura saja dan Rasulullah ingin membedakan puasa umat Islam dengan puasa orang Yahudi. Oleh sebab itu ia menyarankan umat Islam berpuasa pada hari 'Asyura ditambah puasa satu hari sebelumnya atau satu hari sesudahnya (tanggal 9 dan 10 Muharram atau tanggal 10 dan 11 Muharram).

Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadist, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu boleh
dilakukan.

Legenda dan Mitos Hari 'Asyura

Meski demikian banyak legenda dari salah pengertian yang terjadi di kalangan umat Islam menyangkut hari 'Asyura, meskipun tidak ada sumber otentiknya dalam Islam. Beberapa hal yang masih menjadi keyakinan di kalangan umat Islam adalah legenda bahwa pada hari'Asyura Nabi Adam diciptakan, pada hari 'Asyura Nabi Ibrahim dilahirkan, pada hari 'Asyura Allah Swt menerima tobat Nabi Ibrahim, pada hari 'Asyura Kiamat akan terjadi dan siapa yang mandi pada
hari 'Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit. Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari 'Asyura.

Sejumlah umat Islam mengaitkan kesucian hari 'Asyura dengan kematian cucu Nabi Muhmmad Saw, Husain saat berperang melawan tentara Suriah. Kematian Husain memang salah satu peristiwa tragis dalam sejarah Islam. Namun kesucian hari 'Asyura tidak bisa dikaitkan dengan
peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari 'Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad Saw jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan
hari 'Asyura.

Anggapan-anggapan yang salah lainnya tentang bulan Muharram adalah kepercayaan bahwa bulan Muharram adalah bulan yang tidak membawa keberuntungan, karena Husain terbunuh pada bulan itu. Akibat adanya anggapan yang salah ini, banyak umat Islam yang tidak melaksanakan pernikahan pada bulan Muharram dan melakukan upacara khusus sebagai
tanda ikut berduka atas tewasnya Husain dalam peperangan di Karbala, apalagi disertai dengan ritual merobek-robek baju atau memukuli dada sendiri.

Nabi Muhammad sangat melarang umatnya melakukan upacara duka karena meninggalnya seseorang dengan cara seperti itu, karena tindakan itu adalah warisan orang-orang pada zaman jahiliyah.

Rasulullah bersabda, "Bukanlah termasuk umatku yang memukuli dadanya, merobek bajunya dan menangis seperti orang-orang pada zaman jahiliyah."

Bulan Pengampunan Dosa

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Kata Muharram artinya 'dilarang'. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan pertumpahan
darah.

Seperti sudah disinggung di atas, bahwa bulan Muharram banyak memiliki keistimewaan. Khususnya pada tanggal 10 Muharram. Beberapa kemuliaan tanggal 10 Muharram antara lain Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun ke depan.

19 December 2009

Ahlan Wasahlan


Kampoeng Arab adalah kawasan yang dihuni oleh berbagai suku bangsa dalam kurun waktu beratus tahun dan hidup dalam keharmonisan kultural, sosial-politik, ekonomi dan Agama. Sejarah Kampoeng Arab tidak jauh dengan sejarah penyebaran dan pengembangan Agama Islam.

Kampoeng Arab hampir ada di seluruh kota di indonesia, dimana wilayah atau kampoeng yang dihuni mayoritas warga indonesia keturunan arab.

Arab Kampoeng is the area inhabited by various tribes in the period hundreds of years and live in harmony cultural, socio-political, economic and religious. History of the Arab Kampoeng not much with the history of the spread and development of Islam.

Arab Kampoeng almost there in all cities in Indonesia, where the territory or inhabited kampoeng Indonesia majority of arab descent.